Kajian Online Medan

Kutipan Makalah Terkait Bahaya Pemahaman ISIS karya Syaikh Ali Hasan Al Halaby Hafidhzahullah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al Maidany Hafidhzahullah

  • Kutipan Makalah Terkait Bahaya Pemahaman ISIS

    1

Kajian Umum “Kutipan Makalah Terkait Bahaya Pemahaman ISIS karya Syaikh Ali Hasan Al Halaby Hafidhzahullah” yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al Maidany Hafidhzahullah dari Masjid Baiturrahman Unimed Medan Estate/Pancing Ahad 14 Rabi’ul Akhir 1437 H / 24.01.2016.

 

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullohu jami’an Segala Puji bagi Allah subhanahu watala yang telah memberikan kita karunia dan nikmat. shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam . Ikhwani fiddin merupakan nikmat Allah kepada kita semua Allah telah menjadikan kita sebagai Ahlu Sunnah berjalan diatas sunnah merupakan nikmat yang paling besar sehingga dengan sunnah tersebut kita selamat dunia akhirat, sunnah adalah puncak dari perjalanan seorang hamba dalam mencari hidayah yang mana tidak ada lagi hidayah yang perlu dicari seorang hamba setelah hidayah sunnah tersebut dan kewajibannya setelahnya adalah dia berusaha untuk istiqomah diatas sunnah tersebut. Pada hari ini kita hidup ditengah-tengah banyak terjadi fitnah. Fitnah terbesar adalah fitnah yang mengancam agama kita yaitu ide-ide, pemikiran-pemikiran, ideologi-ideologi, manhaj-manhaj yang dapat mengeluarkan kita dari pedoman manhaj, Aqidah Ahlu Sunnah wal Jama’ah.

Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam “Sesungguhnya dihadapan kamu akan menanti hari-hari yang harus dijalani dengan penuh kesabaran”. Sabar yang dimaksud adalah sabar dalam mempertahankan sunnah dari virus-virus pemikiran yang beredar ditengah manusia yang dapat menggoyahkan diri kita diatas manhaj ahlusunnah wal jama’ah.

Seperti yang kita ketahui bersama pada hari ini muncul paham-paham yang seolah-olah mengajak kita untuk menjayakan Islam, meninggikan Islam dan sebagainya yang terkadang ini mengelirukan, membuai, membuat takjub bagi orang-orang jahil bahkan orang-orang yang berpendidikan.

Tanpa disadari paham ini telah meracuni banyak masyarakat diantaranya orang-orang tua terlebih para pemuda, mereka banyak mengelabui masyarakat melalui media maya, bagi orang awam ini begitu menakjubkan, mengesankan, dan gebyarnya itu luar biasa telebih bagi orang yang frustasi melihat kondisi, muncul kesadaran agamanya, semangat beribadah, sering ke masjid , akan tetapi orang seperti ini tidak lepas dari incaran syaitan, seolah-olah dia sudah selamat dan terlepas dari satu bahaya tapi sebenarnya kalau dia tidak menyadari dia bisa dikatakan ibarat keluar dari mulut buaya lalu masuk ke mulut singa,  mulailah dia membuka-buka situs membaca-baca artikel yang mengatas namakan islami, masuklah dia kedalam pemahaman ini lama kelamaan dia tertarik dan masuk kedalam kelompok ini.

Maka dari itu marilah kita selain menjaga diri kita, begitu juga para pemuda kita agar tidak jatuh ke pemahaman seperti ini, dengan selogan yang luar biasa, begitu menjanjikan memberikan suatu pengharapan khususnya bagi orang-orang yang baru bertaubat tadi, muncul semangatnya dalam beribadah, akan tetapi syaitan memanfaatkan ini dan menyeret dia kedalam lembah yang lebih berbahaya dari maksiat yang dia lakukan dulu, kalau mungkin dia dulu melakukan maksiat yang hanya merusak dirinya sendiri tapi ketika dia jatuh kedalam golongan-golongan yang sesat ini kerusakannya jauh lebih besar lagi. Seandainya dia mati dalam keadaan dia yang dulu itu jauh lebih baik dari keadaan dia sekarang.

 

Terdapat riwayat bagaimana para salafus shalih bersikap terhadap kaum seperti ini. Jikalau dikumpulkan korban-korban dari khawarij ini jauh lebih banyak dari pihak kaum muslimin, dibandingkan dengan kerusakan bagi orang-orang kafir.

Dalam sebuah riwayat yang dicantumkan oleh Imam al Lalika’i dalam kitab Syarah Ushul I’tiqad Ahlu sunnah wal Jama’ah.

Dari Amr bin Qais al Mula’i dari Daud bin Abi Sulaik dari Abu Ghalid dia berkata :

Suatu ketika aku berada di Damaskus pada masa kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan, lalu dibawalah kepala-kepala khawarij yang sudah terpisah dari badannya. Lalu ditancapkan diatas tiang-tiang

Lalu aku mendatangi kerumunan orang-orang yang berada disitu, Aku dapati disitu ada Abu Umamah Al Bahili akupun mendekat dan aku lihat pemandangan yang sangat mengerikan itu kemudian Abu Umamah Berkata “Anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka, seburuk-buruk korban yang tewas di bawah kolong langit, dan siapa saja yang mereka bunuh adalah sebaik-baik korban.” 

Perlu diketahui bahwa khawarij bukanlah buatan Amerika, orang-orang kafir dsb, akan tetapi mereka adalah kaum yang sesat dari kalangan kaum muslimin. Mereka sudah ada sejak dahulu, mulai dari derajat yang paling ringan hingga yang paling tinggi. Nabi mengabarkan bahwa golongan inilah yang nanti akan berperang bersama Yahudi melawan kaum muslimin.

 

Kemudia Abu Umamah menangis, aku berkata Wahai Abu umamah apa yangmembuat engkau menangis, kemudian beliau berkata “Mereka dulu berada di atas agama kita, Subhaanallaah apa yang telah dilakukan syaitan terhadap kaum muslimin.”

Apakah ini perkataan yang engkau sampaikan tadi sesuatu yang engkau sampaikan dengan pendapat akal logikamu atau sesuatu yang berasal dari Rasulullah , beliau berkata, kalaulah itu bukan berasal dari Nabi maka aku adalah orang yang lancang, sampai 3x kemudia dia berkata , kalaulah aku belum mendengarnya satu kali dua kali tiga kali sampai tujuh kali niscaya aku tidak akan menyampaikan hadist ini kepada kalian. Lalu beliau membawakan ayat “Pada hari dimana Allah mencerahkan wajah Ahlusunnah dan Menghitamkan wajah Ahlul bid’ah”. 

Dapat kita petik satu pelajaran bahwa sahabat Abu Umamah rahimahullah tidak memberikan sedikitpun kesempatan kepada mereka, agar kaum muslimin dapat mengetahui hakikat dan bahaya mereka.

Kemudian ada satu perkara yang harus kita ketahui bahwa Allah Subhanahu wata’ala tidak akan memberikan kekuasaan apapun kepada mereka.

Salah seorang ulama Wahab bin Munabbih ketika menasehati salah seorang yang terkena paham khawarij yaitu Dzu Khaulan beliau berkata “Ummat tidak akan bersepakat menunjuk seorang khawarij sebagai pemimpin bagi mereka, kalaulah Allah subhanahu wata’ala memberikan kesempatan, kekuasaan, tempat , kemapanan bagi orang-orang khawarij  ini untuk melaksanakan kehendak mereka maka rusaklah bumi ini”. 

Maka dari itu jihad itu adalah suatu ibadah yang ada tatacara dalam melakukannya, seperti halnya sholat yang memiliki tata cara dan aturan-aturan serta rukun-rukun, begitu pula ibadah-ibadah yang lainnya. Jika tidak dilakukan sesuai prosedurnya maka rusaklah ibadah tersebut, dan lebih merusak dari pada yang lainnya karena dia mengatas namakan ibadah dan dia menyangka sedang ibadah serta merasa sudah benar.

 

Wahab bin munabbih kemudian mengatakan “maka akan terputuslah ibadah Haji dan Umroh ke Baitul Haram.” Kemuidan beliau melanjutkan “dan kalau begitu jadinya maka yang terjadi adalah akan muncul nantinya kumpulan-kumpulan orang, yang masing-masing orang di kelompok itu akan mengaku bahwa pemimpin kelompoknya adalah khalifah dan masing-masing membawa pasukan dan mereka berperang satu sama lainnya dan masing-masing menuduh lawannya adalah kafir, hingga seorang mukmin menjadi khawatir terhadap dirinya, agamanya, darahnya keluarganya, hartanya dan dia tidak tahu kemana dia harus pergi dan harus bergabung bersama siapa.

Namun apa yang menjadi puncak sebab masalah yang terjadi selain dari mereka tidak mengikuti cara-cara salafus shalih dalam melakukan perubahan. Jikalau suatu kelompok tidak terdapat orang yang berilmu didalamnya maka yang akan terjadi setiap masing-masing orang akan melakukan aksi yang dia pandang inilah yang paling tepat. Maka apa yang terjadi dikarenakan tindakan mereka ini selain dari kerusuhan kehancuran yang kita tidak tahu bagaimana harus memperbaikinya.

Kemudian beliau melanjutkan “Akan tetapi dengan hikmah, ilmu dan rahmat Allah, Allah melihat ummat ini dengan belas kasih, Allah menyatukan mereka, memadukan hati mereka sehingga mereka dapat sepakat dalam mengangkat pemimpin bukan dari kalangan khawarij, dengan itulah Allah memelihara darah mereka, menutup aurat mereka dan aurat anak-anak keturunan mereka  Allah menyatukan barisan mereka yang tercerai berai dan menciptakan keamanan di negri mereka mereka pun dapat berperang dengan musuh-musuh mereka dan mengakkan hukum Allah Subhanahu wata’ala di negeri mereka, dan menegakkan hak-hak kaum muslimin.

Setelah Dhu Khaulan mendengar nasihat tersebut kemudian mengatakan Aku bersaksi bahwa sesungguhnya aku telah keluar dari pemahaman khawarij dan membenarkan pemahamanmu”. Lalu tidak beberapa lama kemudian wafatlah Dzu Khaulan, dan dia wafat diatas Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam.

Dalam suatu riwayat dari Mu’tamir bin Sulaiman dia berkata aku datang menemui ayahku aku sedang bersedih ayahku berkata musibah apa yang menimpa dirimu, aku berkata salah seorang temanku wafat, ayahku berkata apakah dia mati diatas sunnah, maka aku menjawab ya, kemudian ayahku berkata, maka janganlah kamu khawatirkan dia.

Mu’af bin Ibran mengatakan janganlah kamu puji seseorang kecuali pada saat mati, lihatlah dia mati diatas apa, apakah dia mati diatas sunnah atau dia mati diatas bid’ah.

Syaikh Ali Hasan menjelaskan, “Kenyataan menunjukkan tentang munculnya khawarij dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam, mengapa khawarij ini bisa subur dan berkembang, mereka itu muncul ditengah-tengah berkecamuknya konflik.”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengatakan “orang yang paling dalam ilmunya adalah orang yang paling jeli mengamati kebenaran ditengah-tengah terjadinya perselisihan.”

Dan orang yang berilmu adalah orang yang dapat membaca fitnah tersebut sebelum fitnah itu terjadi. Dan orang yang dungu adalah orang yang ketika terjadi fitnah baru dia mengatakan “ternyata ini adalah fitnah”.

Beliau juga mencatumkan perkataan Ibnu Katsir dalam kitab Al Bidayah wan Nihayah jilid 10 Halaman 554 disaat menceritakan kejadian pada tahun 37H sebagai suatu babak yang amat penting dalam sejarah ahlu sunnah, disaat jamaah ahlu sunnah menghadapi kebengisan dan kekejian kesesatan  khawarij. Beliau kemudian mengatakan Jika suatu masa khawarij ini memiliki kekuatan dan senjata khawarij ini akan membumi hanguskan seluruh wilayah-wilayah Islam baik Iraq maupun Syam.” Beliau menceritakan kejadian yang terjadi pada masa sahabat Abu Umamah pada masa kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan.