Kajian Online Medan

Ustadz Abu Ihsan – Pembahasan Hadist Sesungguhnya Syaitan Mengalir Dalam Tubuh Manusia seperti Mengalirnya Darah.

  • Pembahasan Hadist Sesungguhnya Syaitan Mengalir Dalam Tubuh Manusia seperti Mengalirnya Darah.

    1

Sesungguhnya Syaitan Mengalir Dalam Tubuh Manusia seperti Mengalirnya Darah.

 

Kajian Islam Ilmiyah Bersama Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, MA.

Masjid Baiturrahman UNIMED, Medan.   Ahad 25 Dzulqo’dah 1437/ 28 Agustus 2016.

 

Asbabul wurud :
عَنْ صَفِيَّةَ ابْنَةِ حُيَىٍّ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مُعْتَكِفًا ، فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلاً فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ ، فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِى لِيَقْلِبَنِى . وَكَانَ مَسْكَنُهَا فِى دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ ، فَمَرَّ رَجُلاَنِ مِنَ الأَنْصَارِ ، فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أَسْرَعَا ، فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَىٍّ » . فَقَالاَ سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ « إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ ، وَإِنِّى خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِى قُلُوبِكُمَا سُوءًا – أَوْ قَالَ – شَيْئًا »

Dari Shofiyah binti Huyay, ia berkata, “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang beri’tikaf, lalu aku mendatangi beliau. Aku mengunjunginya di malam hari. Aku pun bercakap-cakap dengannya. Kemudian aku ingin pulang dan beliau berdiri lalu mengantarku. Kala itu rumah Shofiyah di tempat Usamah bin Zaid. Tiba-tiba ada dua orang Anshar lewat. Ketika keduanya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka mempercepat langkah kakinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Pelan-pelanlah, sesungguhnya wanita itu adalah Shofiyah binti Huyay.” Keduanya berkata, “Subhanallah, wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah. Aku khawatir sekiranya setan itu menyusupkan kejelekan dalam hati kalian berdua.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 3281 dan Muslim no. 2175).

 

Makna mengalir seperti mengalirnya darah memiliki beberapa makna diantaranya:

  1. Makna secara haiki yaitu syaitan yang menyusupi aliran darah manusia.
  2. Makna majas yaitu makna yang sama antara syaitan dan darah dimana manusia tidak lepas dari darah,  maka begitu pula syaitan tidak akan lepas dari manusia.
  3. Syaitan menguasai anggota tubuh manusia yang dialiri darah,  jika dia lemah dimatanya maka syaitan menguasai matanya yaitu dengan membuatnya sulit menundukkan pandangan,   jika dia lemah ditelinganya maka syaitan menguasai telinganya dengan membuatnya nyaman dengan menghibahi orang lain. Dan begitupula anggota tubuh yang lain.
  4. Was-was syaitan bergerak dengan cepat seperti cepatnya aliran darah didalam tubuh manusia,  dan ini merupakan makna yang terkuat dari asbabul wurud hadist diatas.

 

Faedah Hadist:

  1. Menunjukkan kelemah lembutan akhlak beliau terhadap ummatnya.
  1. Bentuk kasih sayang Nabi kepada ummatnya beliau khawatir syaitan akan menjerumuskan ummatnya.
  1. Bersuudzon kepada Nabi dapat menggugurkan keimanan kita.
  1. Hadist ini menunjukkan bahwa bolehnya seorang istri atau suami mengunjungi pasangannya ketika iktikaf,  akan tetapi ini tidak berlangsung lama.
  2. Keharusan menjaga diri dan tidak berprasangka jelek kepada saudaranya.
  1. Jika seseorang melakukan suatuhal yang nantinya akan dikira orang lain sebagai suatu kesalahan maka kita wajib mengklarifikasi hal tersebut.
  2. Setiap orang hendaknya mempersiapkan dirinya dari makar syaitan,  karena syaitan menyebar di dalam diri layaknya aliran darah.
  3. Bolehnya mengucapkan tasbih karena takjub terhadap sesuatu,
  4. Bolehnya seorang suami yg beriktikaf berjalan dengan istrinya untuk mengantarkannya pulang sampai ke pintu masjid .