Kajian Online Medan

From the blog

dzikir setelah sholat

Dzikir setelah sholat, makna, keutamaan, hukum dan tata caranya

Dzikir-dzikir setelah sholat adalah dzikir yang diucapkan oleh seorang muslim setelah selesai dari sholat wajib. Telah banyak hadits sohih yang datang dari nabi shalallahu ‘alaihi wasallam tentang dzikir-dzikir setelah sholat fardhu. Didalam tulisan yang singkat ini akan kami bahas beberapa pembahasan diantaranya :

  1. Pengertian dzikir dan keutamaannya.
  2. Dzikir setelah sholat apakah khusus setelah fardhu saja ataukah ada khusus untuk sholat sunnah? dan hukum orang yang meniggalkan dzikir setelah sholat fardhu dengan sengaja.
  3. Tata cara dzikir setelah sholat fardhu.

 

Pengertian dzikir dan keutamaanya

Pengertian atau definisi dzikir

Dzikir dalam bahasa arab mempunyai arti dari kata kerja dzakara yang bermakna mengingat, berkata seorang ahli bahasa al-Kisaa’i :”Dzikran dengan huruf dzal kasrah adalah dengan lisan dan lawannya adalah diam, adapun dzukran dengan huruf dzal dhommah adalah dengan hati, lawannya adalah lalai…”

Berkata yang lainnya bahkan ini adalah 2 bahasa yaitu dua arti; contoh perkataan lisan yaitu firman Allah :

ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا  (surat Maryam ayat 2)

Yang artinya : “ini adalah sebuah perkataan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya Zakariyya.”

Contoh dengan dzikir dengan hati yaitu firman Allah :

مَا أَنْسَانِيهُ إِلَّا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ   (surat Al-Kahfi ayat 63)

yang artinya : “tidak ada yang melupakanku untuk mengingatnya kecuali syetan”

Adapun dzikir secara istilah syar’i adalah digunakan dalam pengertian ingatnya seorang hamba pada Rabb-nya dengan hati maupun lisannya dengan cara ibadah yang meliputi ibadah hati, lisan dan anggota badan seperti, berdoa, sholat, membaca al-qur’an, mempelajari ilmu islam, mengingat nama-nama Allah, memuji Allah dan segala macam ibadah yang disyariatkan dalam agama islam, dimana pengertian ibadah itu sendiri sebagaimana dikatakan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah adalah segala nama yang meliputi ucapan dan perbuatan yang diridhoi Allah. Adapun makna yang lebih khusus dari apa yang disebutkan diatas yaitu pujian terhadap Allah dengan tahmid, tasbih, takbir, tahlil, ta’dhim dan lainnya tanpa makna yang selainnya yang disebutkan, dimana ini diisyaratkan dalam firman Allah :

إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ   (Al-ankabut 45)

Yang artinya: “sesungguhnya sholat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar dan sungguh dzikir kepada Allah itu lebih besar nilainya.”

Dan juga firman Allah dari sebuah hadits kudsi :

من شغله القرآن عن ذكري ومسألتي، أعطيته أفضل ما أعطي السائلين

Yang artinya : “barang siapa disibukan oleh qur’an dari dzikir kepada-Ku dan meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan padanya pemberian yang paling afdhol dari orang-orang yang meminta” (dihasankan oleh almundziri dalam At-targhib wattarhib). Disini adalah makna dzikir secara khusus.

Maka ditafsirkan jumhur mufassirin ayat diatas diantara maknanya bahwasanya pencegahan perbuatan keji dan mungkar yang disebabkan oleh dzikir kepada Allah secara khusus ini lebih besar dari pencegahan perbuatan keji dan mungkar yang disebabkan oleh sholat.

Disana ada juga makna lain yang diisyaratkan dalam al-qur’an tentang makna dzikir diantaranya :

      • Makna dzikir adalah kitab :

وَهَذَا ذِكْرٌ مُبَارَكٌ أَنْزَلْنَاهُ  (Al anbiya 50)

Yang artinya : “dan ini adalah dzikir (al-qur’an) yang membawa berkah yang Kami turunkan dia”

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ  (Al anbiya 105)

Yang artinya : “dan sungguh telah Kami tuliskan di zabur setelah dzikir (taurot) bahwasanya bumi akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang sholeh.”

      • Makna dzikir adalah diri Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam :

قَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكُمْ ذِكْراً * رَسُولاً (at Tholaq 10 – 11)

Yang artinya : “sungguh telah kami turunkan pada kalian dzikir * yaitu seorang Rasul”

      • Makna dzikir adalah peringatan :

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ   (Alqomar 17)

Yang artinya : “dan sungguh kami mudahkan qur’an itu sebagai peringatan, maka adakah orang yang mau mengambilnya”

      • Makna dzikir adalah lauhul mahfudz :

Hadits : وكتب الله في الذكر كل شيء

Yang artinya : “dan Allah menuliskan segala sesuatu dalam addzikri (lauhul mahfudz)” (HR. Bukhari)

Dan masih ada lagi makna-makna dzikir yang lainnya yang tidak semuanya kita bahas disini.

 

Keutamaan dzikir

Membicarakan masalah keutamaan dzikir merupakan hal yang sangat menarik dan penting untuk di bahas dan diingat setiap muslim yang menginginkan pahala dan keutamaan yang tinggi, diantara dalil-dalil yang menunjukkan perintah dan keutamaan dzikir dari al-qur’an dan sunnah adalah sangat banyak yang tidak memungkinkan kita sebutkan dalam tulisan yang singkat ini. Namun akan kita sebutkan beberapa yang cukup penting saja diantaranya yaitu :

Dari ayat-ayat al-qur’an :

      • فاذكروني أذكركم

Yang artinya :”maka ingatlah Aku, maka Aku akan mengingat kalian” dalam ayat ini, sangatlah jelas janji Allah pada seorang hamba yang mengingat dan berdzikir secara benar pada Allah adalah bahwasanya Allah akan mengingatnya, sehingga Allah akan menjadi penolong baginya.

      • يا أيها الذين آمنوا اذكروا الله ذكرا كثيرا

Yang artinya : “wahai orang-orang yang beriman berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak” dalam ayat ini terdapat perintah bahwa asal perintah dzikir itu adalah banyak atau setiap saat, sebagaimana Ibnu Abbas berdoa agar jangan sampai lepas dari pertolongan Allah walau sekejap mata, dan itu tentunya dengan cara kita memperbanyak  juga dzikir kita pada Allah Rabbul ‘Alamin.

      • والذاكرين الله كثيرا والذاكرات أعد الله لهم مغفرة وأجرا عظيما

Yang artinya : “dan laki-laki yang banyak berdzikir pada Allah dan juga wanita-wanita yang banyak berdzikir pada Allah, maka Allah sediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang agung” dari ayat ini Allah mengabarkan bahwasanya laki-laki dan wanita sama-sama mendapatkan kesempatan dalam mendapatkan ampunan dan pahala yang agung dari Allah, ketika mereka memperbanyak dzikir pada Allah.

      • يا أيها الذين آمنوا لا تلهكم أموالكم ولا أولادكم عن ذكر الله

Yang artinya : “wahai orang-orang yang beriman janganlah harta dan anak-anakmu melalaikanmu dari dzikir pada Allah” dari ayat ini kita ketahui pentingnya seorang muslim untuk selalu berdzikir dan mengingat Allah sehingga Allah memperingatkan jangan sampai anak dan hartanya melalaikannya dari dzikir pada Allah, mengingat betapa tinggi keutamaan dzikir sebagaimana kita sebutkan sebelumnya.

Dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya yang menunjukkan perintah dan keutamaan berdzikir didalam al-qur’an.

Adapun apa yang ditunjukkan dalam sunnah diantaranya adalah :

      • وعن أبي هريرة وأبي سعيد رضي الله عنهما أنهما شهدا على النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : لا يقعد قوم يذكرون الله إلا حفتهم الملائكة ، وغشيتهم الرحمة ، ونزلت عليهم السكينة ، وذكرهم الله فيمن عنده . رواه مسلم

Yang artinya : Dari Abu hurairah dan Abu Said semoga Allah meridhoi keduanya bersaksi atas Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda : “tidaklah duduk suatu kaum yang berdzikir pada Allah kecuali akan dikelilingi malaikat dan akan diselubungi rahmat dan akan diturunkan ketenangan pada mereka dan mereka akan dibanggakan Allah disisi para malaikat”. Subhanallah betapa luas rahmat Allah pada hamba-hambanya.

      • وعنه رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن لله ملائكة ، يطوفون في الطرق يلتمسون أهل الذكر ، فإذا وجدوا قوما يذكرون الله تنادوا : هلموا إلى حاجتكم ، قال : فيحفونهم بأجنحتهم إلى السماء الدنيا ، قال : فيسألهم ربهم عز وجل وهو أعلم منهم : ما يقول عبادي ؟ قال : يقولون : يسبحونك ويكبرونك ويحمدونك ويمجدونك ، قال : فيقول عز وجل : هل رأوني ؟ قال : فيقولون : لا والله ما رأوك ، قال : فيقول : كيف لو رأوني ؟ قال : يقولون : لو رأوك كانوا أشد لك عبادة ، وأشد لك تمجيدا ، وأكثر لك تسبيحا ، قال : فيقول : فما يسألوني ؟ قال : يسألونك الجنة ، قال : يقول : وهل رأوها ؟ قال : فيقولون : لا والله يا رب ما رأوها ، قال : يقول : فكيف لو رأوها ؟ قال : يقولون : كانوا أشد عليها حرصا ، وأشد لها طلبا ، وأعظم فيهارغبة ، قال : فمم يتعوذون ؟ قال : يقولون : من النار ، قال : يقول : وهل رأوها ؟ قال : فيقولون : لا والله يا رب ما رأوها ، قال : يقول : فكيف لو رأوها ؟ قال : يقولون : كانوا أشد منها فرارا ، وأشد لها مخافة ، قال : فيقول : فأشهدكم أني قد غفرت لهم . قال : يقول ملك من الملائكة : فيهم فلان ليس منهم ، إنما جاء لحاجة ، قال : فيقول الله تعالى : هم الجلساء لا يشقى بهم جليسهم . رواه البخاري ( 6458 ) ، ومسلم ( 2686 ) .

Yang artinya : dan darinya semoga Allah meridhoinya bersabda Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam : “sesungguhnya Allah mempunyai segolongan malaikat yang mereka berkeliling di jalan mencari ahli dzikir, maka jika mereka mendapati sebuah kaum yang berdzikir pada Allah, mereka memanggil; kemarilah menuju hajat kalian, lalu merekapun menaungi mereka (kaum yang berdzikir *red) dengan sayap-sayap mereka sampai ke langit dunia, lalu Rabb mereka yang mulia pun bertanya pada mereka; sedangkan Dia sebenarnya lebih tahu dari mereka; “apa yang dikatakan hamba-hamba-Ku?” mereka mengatakan: “mereka mensucikan-Mu, membesarkan-Mu, memuji-Mu, dan memuliakan-Mu” Allah bertanya : “apakah mereka melihat-Ku?” mereka mengatakan : “tidak demi Allah mereka tidak melihat-Mu” Allah bertanya : “bagaimana seandainya mereka melihat-Ku?” mereka mengatakan :”kalaulah mereka melihat-Mu mereka akan lebih tekun ibadahnya, lebih banyak memuliakan-Mu, dan lebih banyak mensucikan-Mu” Allah bertanya :”lalu apa yang mereka minta dari-Ku?” mereka mengatakan :”mereka meminta surga” Allah bertanya : “apakah mereka melihatnya” mereka mengatakan: “demi Allah mereka tidaklah melihatnya” Allah bertanya : “bagaimana seandainya mereka melihatnya?” mereka mengatakan : “mereka akan lebih semangat lagi untuk mendapatkannya dan untuk mencarinya” Allah bertanya :”lalu dari apa mereka berlindung?” mereka mengatakan :”dari neraka” Allah bertanya : “apakah mereka melihatnya?” mereka mengatakan: “tidak demi Allah mereka tidak melihatnya ya Rabb” Allah bertanya :”bagaimana jika mereka melihatnya?” mereka mengatakan :”mereka akan lebih takut dan akan lebih menjauhinya lagi” lalu Allah berkata : “maka saksikanlah oleh kalian bahwa Aku telah mengampuni mereka” lalu berkata seorang malaikat : “fulan bukan dari mereka, dia datang hanya karena ada keperluan lain” Allah berkata :”mereka adalah kawan-kawan dalam majelis, tidak akan merugikan mereka, kawan duduk mereka”

      • وعن أبي الدرداء رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ألا أنبئكم بخير أعمالكم ، وأزكاها عند مليككم ، وأرفعها في درجاتكم ، وخير لكم من إنفاق الذهب والورق ، وخير لكم من أن تلقوا عدوكم فتضربوا أعناقهم ويضربوا أعناقكم ؟ قالوا : بلى ، قال : ذكر الله تعالى  .

Yang artinya : dari Abu Darda’ semoga Allah meridhoi beliau bersabda Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam : “maukah aku kabarkan kepada kalian amalan terbaik untuk kalian, dan yang lebih suci disisi Allah, dan lebih bisa mengangkat derajat kalian, dan lebih baik dari infaq kalian daripada emas dan perak, dan lebih baik bagi kalian dari kalian yang menemui musuh kalian lalu kalian penggal leher mereka dan merekapun memenggal leher kalian ?” Mereka mengatakan “iya,” beliau mengatakan “dzikir kepada Allah” (disohihkan Al-bany dalam sahih Tirmidzi juz 3 halaman 139)

Lihatlah betapa tinggi keutamaan dzikir pada Allah, sampai dikatakan oleh Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam lebih tinggi dan lebih baik daripada jihad. Hadits-hadits yang lain masih banyak yang tidak kita sebutkan semua disini.

 

Dzikir setelah sholat apakah khusus setelah fardhu saja ataukah ada khusus untuk sholat sunnah? Dan hukum orang yang meniggalkan dzikir setelah sholat fardhu dengan sengaja

Didalam hadits-hadits penyebutan dzikir setelah sholat ada beberapa hadits yang secara tidak sharih atau jelas mengkhususkan setelah sholat fardhu, semisal hadits dari Tsauban, dia menceritakan dzikir yang dibaca Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam seusai shalat;

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ: «اللهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ»

Yang artinya : “Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam setiap selesai shalat, dia membaca istighfar 3 kali, kemudian membaca  Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaal wal ikroom. “Ya Allah, Engkau Maha sejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan. Maha berkah Engkau, wahai Rabb pemilik keagungan dan kemuliaan.” (HR. Muslim)

Syaikh bin Baz mengatakan ini menunjukkan bahwa dzikir dari hadits ini umum untuk sholat sunnah dan fardhu, adapun yang lainnya setelah itu untuk setelah sholat fardhu secara khusus.

Akan tetapi ada juga ulama salah satunya syaikh Mustofa Al-adawy mengatakan bahwasanya dzikir-dzikir setelah sholat itu maksudnya adalah setelah sholat fardhu. Lalu pertanyaanya bolehkah seseorang berdzikir dengannya setelah sholat sunnah ? maka beliau mengatakan tidak masalah dan tidak ada larangan untuk berdzikir setelah sholat sunnah sebagaimana setelah sholat fardhu.

Lalu apa hukum orang yang sengaja meninggalkan dzikir setelah solat fardhu ? syaikh bin Baz rahimahullah menjawab bahwasanya tidak mengapa karena hukumnya sunnah saja.

 

Tata cara dzikir setelah sholat fardhu

Berikut adalah ringkasan dzikir-dzikir setelah sholat fardhu berdasarkan sunnah yang telah banyak diajarkan dan dipraktekkan para ulama:

  • Istighfar 3 kali: Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah,
  • Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaal wal ikroom.

Sebagaimana hadits Tsauban rodhiallahu yang telah kita sebutkan

  • Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir. Allahumma laa maani’a lima a’thaita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.
  • Tasbih 33 kali Subhanallah (سبحان الله), atau 10 kali, atau 11 kali
  • Tahmid 33 kali Alhamdulillah (الحمد لله), atau 10 kali, atau 11 kali
  • Takbir 33 kali Allahu-akbar (الله أكبر), atau 10 kali, atau 11 kali
  • Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Dari Abu Hurairah, dimana Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda, :

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Yang artiya :  “Barang siapa yang ber-tasbih sebanyak 33x, ber-tahmid sebanyak 33x, dan ber-takbir sebanyak 33x setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim no. 597).

  • Membaca ayat Kursi

Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ

Yang artinya : “Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan shalat fardhu (wajib), maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (dikeluarkan oleh Al-bany dalam silsilah sohihah juz 3 hal. 46)

  • Membaca surah Al-Mu’awwidzat, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas,  masing-masing 1 kali kecuali setelah subuh dan maghrib masing – masing 3 kali.

Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu berkata:

أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ

Yang artinya : “Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam memerintahkanku agar membaca surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) setiap selesai menunaikan shalat.” (dikeluarkan oleh Albany dalam sohih abu dawud juz 5 halaman 254)

Khusus untuk sholat maghrib dan subuh bacaan setelah istighfar adalah :

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir sebanyak 10 kali.

Lalu ketika sholat Subuh ada do’a khsusus setelah dzikir :

Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala.

Bagaimana cara nabi menghitung dzikir ? Dengan biji tasbih atau dengan jari ? Dijelaskan dari sebuah hadits sahabat Amr bin Ash :

رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُهُنَّ بِيَدِهِ

Yang artinya : “Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghitung dzikir beliau dengan tangannya.” (disahihkan Al-bany dalam sohih At-targhib wattarhib juz 2 hal 118)

Dzikir-dzikir diatas adalah khusus setelah sholat maka hendaknya seorang muslim tidak menambahnya, kecuali setelah selesai, sesuai dengan apa yang telah disunnahkan nabi ini, jika ingin menambah maka dibolehkan misal ber-tasbih 100 kali, istighfar 100 kali maka ini mutlak boleh sambil duduk atau berjalan, maka itu semua adalah kebaikan.

Hanya kepada Allah kami mengharap pahala, ampunan dan keikhlasan, semoga tulisan singkat ini dapat bermanfaat bagi kaum muslimin.

Medan, 16, Safar 1438 / 17 November 2016
Oleh: Bagus W, Abu Abdiddayyan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *