Kajian Online Medan

Talk Show “JERATAN FASHION” Bersama Narasumber Ustadz Nuruddin Bukhori dari Masjid Dakwah USU, Medan

Ringkasan Talk Show “JERATAN FASHION” bersama Narasumber Ustadz Nuruddin Bukhori dan pembicara Al Akh Muhammad Habibi, dari Masjid Dakwah Jl. DR Hamzah depan Pintu 3 USU. Ahad 01 Rabi’ul Awwal 1437H/ 13.12.2015

Pembicara : Kita semua sudah tahu dan yakin bahwa Islam adalah agama yang sempurna, bagaimanakah sebenarnya mode dalam islam itu ustadz? Apakah ada dalam agama kita aturan bagaimana kita harus berpakaian ustadz?

Ustadz : Terkait dengan pertanyaan tadi, saya ingin mengingatkan bahwa pakaian adalah sebuah nikmat yang sangat besar yang harus kita syukuri, banyak terdapat dalam firman Allah Tabarok Wata’ala diantaranya terdapat pada surah An Nahl Ayat 81:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِمَّا خَلَقَ ظِلالا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْجِبَالِ أَكْنَانًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُمْ بَأْسَكُمْ كَذَلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ

Dan Allah menjadikan tempat bernaung bagimu dari apa yang telah Dia ciptakan, Dia menjadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia menjadikan pakaian bagimu yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu agar kamu berserah diri (kepada-Nya)

Dan tujuannya adalah menutup aurat kita dan syaitan berusaha untuk membuat kita menyingkap aurat diri kita sendiri.

Salman Al Farisi mengatakan “Islam adalah agama yang sempurna, kalaulah hal seperti buang hajat saja diatur dalam islam terlebih lagi terhadap masalah pakaian”. Nabi Sallallahu ‘alaihi Wasallam telah menjelaskan dengan jelas kepada kita bagaimana seharusnya cara berpakaian bagi laki-laki dan wanita.

Berpakaian sangat erat kaitannya dengan akidah. Amirul mu’minin Umar bin Khatab Radiallahuanhu berwasiat kepada kaum muslimin yang dikirim untuk berperang, untuk berhati-hati terhadap pakaian yang dipakai oleh orang kafir, karena sesungguhnya pakaian luar itu sama dengan apa yang ada di dalam hatinya.

Syarat yang paling utama di atur dalam islam adalah sebagai berikut :

1. Pakaian itu tidak boleh membayang.
2. Pakaian itu tidak ketat, tidak menampakkan lekuk tubuh. Dalil yang paling tegas dalam hal ini diantaranya adalah:

صِنْقَانِ مِنْ اَهْلِ النَّارِ لَمْ اَرَهُمَا قَوْمٌ سِيَاطٌ كَا الاَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ . وَ نِسَاءٌ كَا سِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ رَؤَوْسَهُنَّ كَأَشْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلاَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَ لاَ يَخِذْ نَ رِيْحَهَا لَيُوْخَذُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذاً وَ كَذاً(رواه مسلم)
Artinya: “Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya, yaitu 1) kaum yang membawa cambuk seperti seekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam, 2) perempuan-perempuan yang berpakaian, tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka itu tidak bisa masuk surga dan tidak akan mencium bau surga padahal bau surga itu dapat tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” (HR Muslim)

Mayoritas kaum muslimin saat ini telah jauh dari tuntunan syariat. Bahkan diantara mereka sengaja menyingkap aurat mereka didepan khalayak ramai.

4. Tidak diperbolehkan menyerupai kaum kafir,dan juga orang-orang bermaksiat dalam hal apapun termasuk dalam hal pakaian.
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

‘Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Dawud, hasan)

5. Pakaian itu harus longgar, sebagai mana banyak diantara kaum muslimin yang berpakaian ketat bahkan ketika sholat, bahkan sholatnya tidak sah jika auratnya tersingkap.

Semua ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan.

 

SESI TANYA JAWAB.

Penanya 1.
Ustadz bagaimanakah kita menasihati saudari kita dalam hal berpakaiannya yang saat ini jauh dari tuntunan syariat sedangkan dia mengatakan takut jika memakai pakaian syari maka dia sulit untuk mendapat pekerjaan, dan takut jodohnya susah, dan sebagaianya.

Jawaban :
Hal seperti ini adalah tanda lemahnya iman, bukankan Allah telah mengatakan
{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3).
Dan Allah telah menetapkan rezeki bagi masing masing manusia,
Dan masalah jodoh, orang baik akan bersama dengan orang baik pula. Dan banyak berkumpulah bersama orang-orang shalih.

Pertanyaan 2.
Ustadz kita sering melihat di media pakaian yang dimana kelompok menyimpang seperti Syiah atau ISIS yang berpakaian yang sama seperti kita, kita khawatir masyarakat akan menuduh kita sebagai orang Syiah, ISIS, dsb. Bagaimanakah sikap kita untuk meyikapi hal tersebut dan meyakinkan hati kita ustadz..?

Jawaban :
Pertama apa yang diyakini dan dilakukan oleh mereka sama sekali tidak ada kaitannya dengan Islam, mereka kedua kelompok ini telah keluar dari jalan yang ditetapkan Allah Subhanahu wata’ala. Istiqqomahlah kita diatas dalil AlQur’an dan Sunnah serta pemahaman salafus shalih. Bersabar terhadap celaan tersebut dan kita menjelaskan kepada mereka bahwa apa yang kita pakai telah sesuai dengan petunjuk dari Al Qur’an dan Sunnah.

Pertanyaan 3.
Ustadz apa hukum isbal, bagaimana dengan adanya perbedaan pendapat diantara ulama?
Apakah celana sirwal harus komprang, bolehkah kita memakai yang agak longgar tapi tidak isbal.

Jawaban:
Isbal adalah pakaian yang melewati mata kaki, Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam dalam beberapa hadist telah melarangnya.
Untuk perbedaannya bukanlah pada pelarangannnya. Akan tetapi kaitannya terhadap hukumnya jika ada kesombongan.

Dalilnya adalah
“Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang melabuhkan pakaiannya karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.” [Hadits Riwayat Bukhari 5783, Muslim 2085] Bentuk Hadist Muqoyyat

“Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi bersabda : “Apa saja yang di bawah kedua mata kaki di dalam neraka.” [Hadits Riwayat Bukhari 5797, Ibnu Majah 3573, Ahmad 2/96] Bentuk Hadist Mutlak.
Bentuk ancamannya berbeda akan tetapi bentuk ancamannya juga berbeda. Maka para ulama mengambil pedapat hadist mutlak tidak bisa dibawa kepada hadist muqoyyat.
Imam nawawi berpendapat Makruh jika tidak sombong. Dan Makruh bukan berarti boleh mengerjakannya, akan tetapi makruh adalah perbuatan yang harus ditinggalkan.

Dan celana itu tidak terlalu longgar dan tidak terlalu sempit hingga membentuk tubuh.

Dan ketika sholat hendaknya kita memakai pakaian yang terbaik.
Pertanyaan 4.
Ustadz bagaimana dengan pakaian pada sekolah-sekolah umum pada tingkat SD, SMP, SMA yang sekarang ini bertentangan dengan syariat Islam ?

Jawaban :
Ini adalah musibah dimana adanya lembaga muslim yang melarang siswanya untuk berpakaian yang sesuai syar’i. Untuk lelaki hal ini tidak masalah dalam peraturan sekolah adapun terkait dengan wanita terdapat pertentangan dengan syariat. Maka hendaknya bagi para orang tua bertaqwa kepada Allah dan meletakkan anaknya di lembaga yang tidak melarangnya untuk berjilbab syar’i.
Pertanyaan 5.
Fenomena di masyarakat terjadi dimana orang-orang mengatakan ” Tidak Mengapa berpakaian seperti ini yang penting hatinya”. terlebih lagi ada beberapa orang yang sudah memakai pakaian syar’i melakukan perbuatan maksiat seperti ghibah dsb.
Dan bagaimana dengan aksesoris hukumnya ustadz.

Jawaban :
Terkait dengan perkataan orang mengatakan “Yang penting adalah hati”
ini adalah bentuk pembenaran terhadap maksiat yang dia lakukan. Dan amal yang diperbuat diluar adalah bentuk dari isi apa yang didalam hatinya. Nabi Sallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan ” Tidak akan benar amal seseorang hamba kecuali apabila hati nya juga benar, dan tidak benar hati seorang hamba kecuali lisannya juga benar”. Dan bagi orang-orang yang sudah beriltizam, mengenakan pakaian syar’i yang masih melakukan perbuatan buruk maka hendaknya bertakwa kepada Allah dan menjalankan islam secara kaffah.

Dan hukum asal berpakaian adalah mubah, dan perhatikan syarat yang telah dijelaskan tadi, selama tidak bertentangan dengan syariat maka inSyaAllah itu tidak mengapa. Akan tetapi jika bertentangan maka hendaklah ditinggalkan.

Dan tidak boleh memakai pakaian yang tampil beda diantara kaumnya. Bermaksud untuk mencari ketenaran diantara kaumnya dengan pakaiannya.

Pertanyaan 6.
Tentang Hijab, adakah keringanan bagi wanita yang sudah renta.
kemudian mengenai tasyabbuh, untuk dikatakan tidak tasyabbuh pakaian seorang muslim dengan orang kuffar bagaimanakah yang dimaksud ustad? karena ada orang yang mengatakan mengenakan kemeja itu bentuk tasayabbuh dengan orang kuffar.

Jawaban :
Wanita yang sudah tua, maksudnya yang sudah menopouse yang sudah tidak memiliki kecendrungan kepada lelaki. Maka yang boleh untuk di lepas adalah pakaian luarnya, seperti mantel dsb. akan tetapi bukan jilbab yang dibuka.

Pakaian tasyabbuh adalah menyerupai pakaian yang dipakai sebagai ciri khas dalam peribadatan orang kuffar. Dan pakaian yang biasa dipakai oleh kaum muslimin bukanlah merupakan bentuk tasyabbuh.
Bukanlah mesti orang yang bermanhaj salaf harus memakai jubah, akan tetapi hendaklah kita memakai pakaian yang sempurna ketika hendak melakukan sholat.

Pertanyaan 7
Bagaimana menyikapi orang tua yang melarang untuk bercadar sampai dia menikah.

Ustadz :
Perlu kita katakan kepada orang tua yang anaknya ingin bercadar, para suami yang memiliki istri yang ingin mengenakan cadar, maka kita ingin menunjukkan bagaimana generasi terdahulu sangat menjaga perihal wajah istri atau anaknya. Menutup wajah bagi mereka merupakan suatu kemuliaan. Sebuah kisah tentang pasangan suami istri yang bersengketa perihal mahar yang belum dibayarkan si suami, maka mereka pergi ke pengadilan dan hakim memerintahkan untuk mendatangkan saksi , sang hakim memerintahkan saksi untuk meyakinkan kalau wanita yang dibalik cadar itu adalah benar wanita yang dimaksud. Maka ketika itu sang suami tidak rela wajahnya dilihat oleh saksi tersebut kemudian sang suami akhirnya membayarkan maharnya agar istrinya tidak jadi dilihat wajahnya. Seperti itulah bagaimana orang-orang shalih terdahulu dalam menjaga kehormatan istri atau anak-anak mereka. Terlebih jika saat ini terjadi banyak kerusakan di sekitar kita.

Pertanyaan 8
Ustadz bagaimanakah kiat-kiat agar bisa tetap istiqomah dizaman yang penuh fitnah seperti sekarang ini?

Jawaban :
Kiat agar istiqomah adalah berkumpul bersama orang-orang shalih, membangun komunitasnya. Karena nabi bersabda “Agama seseorang itu bergantung pada Agama teman dekatnya, maka hendaklah kalian melihat kepada siapa kalian berteman.”